Proses Pemesanan

Desain Konsep


Desain Struktural


Desain Grafik


Prototipe


Pembuatan


Pengemasan

Desain Konsep
Desain konsep melibatkan penciptaan display yang menarik secara visual dan fungsional yang menarik perhatian pelanggan saat berbelanja.
Desain Konsep
Desain konsep melibatkan penciptaan display yang menarik secara visual dan fungsional yang menarik perhatian pelanggan saat berbelanja.
Prosesnya dimulai dengan memahami merek, produk, dan target audiens, diikuti dengan brainstorming dan sketsa ide-ide yang secara efektif menampilkan produk. Desain ini mempertimbangkan material, daya tahan, dan kemudahan perakitan, memastikan display tersebut menarik perhatian sekaligus praktis untuk lingkungan ritel.
Dengan menggabungkan kreativitas dengan pemikiran strategis, desain konsep membantu meningkatkan visibilitas produk dan mendorong penjualan, menyediakan alat yang ampuh untuk pemasaran di dalam toko.

Desain Struktural
Desain struktural berfokus pada penciptaan kerangka kerja yang kokoh dan fungsional yang mendukung kebutuhan visual dan praktis display.
Desain Struktural
Desain struktural berfokus pada penciptaan kerangka kerja yang kokoh dan fungsional yang mendukung kebutuhan visual dan praktis display. Proses ini melibatkan pemilihan material yang tepat, seperti kardus, akrilik, atau logam, dan rekayasa display untuk menahan beban produk sekaligus menjaga stabilitasnya.
Proses desain mempertimbangkan kemudahan perakitan, transportasi, dan optimalisasi ruang di lingkungan ritel.
Dengan memastikan struktur yang kokoh dan mudah dirakit, desain struktural meningkatkan efektivitas dan daya tahan display secara keseluruhan, yang berkontribusi pada strategi pemasaran di dalam toko yang sukses.

Desain Grafis
Desain grafis melibatkan penciptaan grafis yang menarik secara visual dan efektif yang menarik perhatian dan menyampaikan pesan merek di lingkungan ritel.
Desain Grafis
Desain grafis melibatkan penciptaan grafis yang menarik secara visual dan efektif yang menarik perhatian dan menyampaikan pesan merek di lingkungan ritel.
Proses desain ini mencakup pemilihan warna, font, dan gambar yang selaras dengan identitas merek dan menarik pelanggan. Desainer grafis menggunakan teknik untuk memastikan display menonjol dan mengomunikasikan manfaat produk dengan jelas. Tujuannya adalah menciptakan desain yang kohesif dan menarik yang mendorong penjualan dan memperkuat pengenalan merek pada saat pembelian.

Prototipe
Prototipe adalah model awal yang merepresentasikan desain dan fungsionalitas produk akhir.
Prototipe
Prototipe adalah model awal yang merepresentasikan desain dan fungsionalitas produk akhir. Prototipe ini biasanya dibuat menggunakan material dan proses yang serupa dengan display akhir, sehingga memungkinkan para pemangku kepentingan untuk menilai efektivitasnya, melakukan penyesuaian, dan memastikannya memenuhi tujuan branding dan pemasaran.
Dengan memberikan pratinjau yang nyata, prototipe ini membantu menyempurnakan desain sebelum produksi skala penuh, mengurangi risiko, dan memastikan bahwa display POP akhir memenuhi semua persyaratan fungsional dan estetika.

Pembuatan
Pembuatan melibatkan pembuatan display point-of-purchase (POS) yang menarik perhatian, dirancang untuk menarik pelanggan dan meningkatkan pengalaman ritel.
Pembuatan
Pembuatan melibatkan pembuatan display point-of-purchase (POS) yang menarik perhatian, dirancang untuk menarik pelanggan dan meningkatkan pengalaman ritel.
Prosesnya dimulai dengan desain, di mana konsep-konsep diterjemahkan menjadi rencana yang detail. Material seperti kardus, akrilik, atau logam dipilih berdasarkan daya tahan dan dampak visual.
Fase pembuatan meliputi pencetakan, laminasi, pemasangan, pemotongan, perakitan, dan penyelesaian komponen display. Teknik canggih seperti cetak offset dan laminasi sering digunakan untuk memastikan grafis berkualitas tinggi dan daya tahan.

Pengemasan
Pengemasan bersama melibatkan perakitan, pengemasan, dan pendistribusian display Point-of-Purchase (POP) dalam proses yang efisien.
Pengemasan
Pengemasan bersama melibatkan perakitan, pengemasan, dan pendistribusian display Point-of-Purchase (POP) dalam proses yang efisien. Proses ini mencakup penggabungan masing-masing komponen display, seperti stan dan signage, menjadi unit-unit yang lengkap.
Proses ini seringkali melibatkan perakitan display dengan materi promosi, memastikan pelabelan yang benar, dan pengemasan display yang sudah jadi dengan aman untuk pengiriman. Tujuannya adalah mempersiapkan display POP secara efisien agar dapat segera digunakan, meningkatkan presentasi ritel, dan memastikan display tiba dalam kondisi optimal.
